Sabtu, 01 Desember 2012

MAKALAH TANDA BACA



1. Latar belakang

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dan di fahami secara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.
2. Tujuan
Tujuan menyusun makalah ini yaitu :
v Memahami Konsep EYD
v Memahami tanda baca dan beberapa fungsinya
v Penulisan tanda baca dengan jelas dan benar
v Serta manpu menerapkan tata bahasa indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu ("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).

Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.


A.Tanda Titik (.)
1.      Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:           1)Saya akan ke kampus.
2)Biarkan mereka bermain.
2.    Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Contoh:
           1)         1. Alat Ukur Digital
                                                            1.1   Osiloskop Digital
                                                            1.2   Ampere Meter Digital
                                                            1.3   AVO meter Digital
                                                            1.4   Volt Meter Digital
                                                2. Alat Ukur Analog
                                                            1.1   Avo Meter
                                                            1.2   Ampere Meter
                                    2)         II. Departemen Luar Negeri
                                                            A. Direktorat Pariwisata
                                                            B. Direktorat Perekonomian

3.    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh:
           1) pukul 8.45.15 (pukul 8 lewat 45 menit 15 detik).
                                    2) pukul 10.20.45 ( pukul 10 lewat 20 menit 45 detik).

4.    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
            Contoh:           1) 8.45.15 jam (8 jam, 45 menit, 15 detik).
                        2) 0.25.30 jam (25 menit, 30 detik)

5.    Tanda titik dipakai diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Contoh:           1)Kalvin, Planck, 1994. Fisika Teknik.
                                    2) Rudolf, Clausius. Hukum Carnot.

6a. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:
           1) Korban Tsunami di Aceh menewaskan 4.342 jiwa.
                         2) Jeneponto memiliki penduduk sebanyak 5.762 orang.

6b.  Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
           1) Kiamat diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012.
                               2) Randy lahir pada tahu 1992 di Makassar.

7.     Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala   ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Contoh:           1) Kunjungan Wisata di Bali
                                    2) Anak Petualang Yang Cerdik

8.    Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.
       Contoh:           1) Kantor Sektor Tello
Jalan Perintis Kemerdekaan 84
Makassar
                                    2) Surabaya
                                         1 agustus 2012
                                              
B.Tanda Koma (,)
1.     Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:          
1) Saya menjual baju, celana, dan tas.
                                2) Saya lagi makan sayur, ikan, dan nasi.

2.     Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh:          
1) Saya ingin ke pesta kamu, tetapi saya tidak punya kendaraan.
2) Saya ingin pulang kampung, tetapi banyak tugas yang harus
    kuselesaikan.

3a.   Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:          
1)Kalau terlambat bangun, saya tidak ke kampus.
                        2) Karena rajin membaca buku, Sinta tambah cerdas.

3b.  Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh:          
1) Sinta tambah cerdas karena rajin membaca buku.
2) Diank lupa belajar karena ngantuk.

4.     Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh:          
1)   . . . Meskipun begitu, aku tetap menyayanginya.
                                2)   . . . Akan tetapi, hal itu sangat sulit.

5.     Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.
Contoh:           1) Wah, sungguh keterlaluan.
2) Aduh, bisa gawat nih.
6.     Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:          
1) Kata Lia, “Laki-laki itu sangat tampan.”
                                2) “Mereka anak baru,” kata Bu Ani, “ kalian yang bernama Susi dan
                                    Sinta.”

7.     Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:          
1) Jeneponto, 18 september  1994
                                2) Bandung, Jawa Barat

8.     Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh:          
1) Setiawan,  Nani. 2000. Menuju  Jalan  Terbuka. Jakarta:  Bumi Aksara.
2) Tarigan, Henry Guntur. 1985. Membaca  Sebagai  Keterampilan
     Berbahasa. Bandung:  Angkasa.

9.     Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh:          
1) Ismail  Marahimin,  Menulis  Secara Populer   ( Jakarta : Pustaka Jaya,  
                                    1994 ),  hlm. 10.
2) Harimurti Kridalaksana, Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia
    ( Jakarta : Gramedia, 1986 ), hlm. 14.

10.   Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh:           1) Drs. Muhammad Thalib, S,Pd,  M.Pd.
                                2) Prof. Dr. Suherman Nurdin, S.Pd, M.Pd.

11.   Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:          
1) 35,5 kg
                                2) Rp.25,50

12.   Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:          
1) Jeneponto, misalnya, masih banyak orang yang memelihara kuda.
                                2) Ibu saya, Bu Salma, cantik sekali.

13.   Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:          
1) Atas perhatian bapak, saya ucapkan terima kasih.
                                2) Untuk sampai ke Jeneponto, saya menggunakan sepeda motor.

14.   Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh:           1) “ Kapan kamu berangkat ke Jakarta? ” tanya Amir.
                                2)Tutup pintu itu!perintahnya.

C.Tanda Titik Koma (;)
1.    Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:
           1) Hari sudah berganti; Wildan belum pulang juga.
                                    2) Matahari sudah terbit; Randi belum bangun juga.

2.    Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
Contoh:
           1)  Makmur membersihkan pekarangan rumah; Ayu mengelap lantai; Rais
                                                serius belajar; Saya sendiri asyik main game.
2 ) Nenek menjahit baju; Kakek duduk di teras; Saya sendiri makan buah
      jambu.
D.Tanda Titik Dua (:)
1a.  Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau  pemerian.
Contoh:
           1) Makmur memerlukan pakaian sekolah : topi, dasi, baju, celana,
                                    kaos kaki, sepatu, dan tas.
2) Saya membeli di toko Agung perlengkapan alat tulis : pensil, pena, dan
    tinta.

1b.  Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh
:           1) Makmur memerlukan topi, dasi, baju, celana, kaos kaki, sepatu, dan tas.
2) Saya membeli  pensil, pena, dan tinta.

2.         Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:           1) Khatib         : H. Abdul Razak, S.Ag.
                                    Muadzin      : Misbar Patta
                                    Imam           : H. Muhammad Yunus, S.Ag.
                                    Waktu         : Jumat, 16 november 2012.

                                2) Jenis Kegiatan         : MTQ ( Musabaqah Tilawatil Qur’an )
                                    Waktu                     : 08.30-11.00 WITA
                                    Tempat                    : Masjid Jami Al-Abrar.

3.      Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:           1) Bu Yuli       : “ Ayo, Bud, kita kekantor polisi! ”
                                    Budi                        : “ Sebentar, Tante. Saya beritahu paman dahulu...! ”
                                    Bu Yuli       : “ Ya, . . . Cepatlah beritahukan pamanmu, katakan kamu
                                                          akan mengantar kesana. “
                                    Budi                        : ( menuju pintu akan keluar )

                                2) Pak Kasim   : “ Sekolah dimana, Nak? ”
                                    Nawir          : “ Di Yayasan Jakarta, Pak. “
                                    Pak Kasim   : “ Mungkin Yayasan Sosial? “
                                    Nawir          : “ Ya begitulah, orangnya baik-baik, Pak. “

4.     Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Contoh:          
1) Surah At-Taubah : 128-129
                                2) Harjasujana, Ahmad. 1999. Keterampilan Membaca. Jakarta : Angkasa.
E.Tanda Hubung (-)

Selain Sukma yang sangat dia cintai itu ada juga  wani-      ta lain yang ada dihatinya

 
1.   Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh
: 1)                   1


Selain lukisan yang dia koleksi ternyata ada juga mo-
tor kuno yang dia koleksi
 
                    2)

2.   Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan  bagian kata di depannya pada pergantian baris.

Saya akan mencari tahu bagaimana memilih pasang-
an hidup
 
Contoh: 1)


Laptop ini sangat membantu saya dalam  menyelesai-
kan tugas saya

 
                    2)

3.      Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh:           1) Cara-cara
                        2) Malu-malu

4.      Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh:           1) 18-9-1994
                        2) p-a-k-a-i-a-n

5.      Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata.
Contoh:           1) Istri-perwira yang ramah
                        2) ) ber-interaksi

6.      Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan -an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan rangkap.
Contoh:           1) se-Asia Tenggara
2) Ulang tahun RCTI yang ke-5

7.      Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:           1) di-drible
2) chating-an
F.Tanda Pisah ( – )
1.      Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan di luar bangun kalimat.
Contoh:

2.      Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh:

3.      Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai ke' atau ‘sampai dengan'.
Contoh:           1) Penerimaan mahasiswa baru mulai tanggal 10-18 agustus 2012
2) Perjalanan Jeneponto-Makassar membutuhkan beberapa jam.
G.Tanda Elipsis (...)
1.      Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Contoh:           1) Kalau begitu . . . terserah apa mau kamu!
2) Baiklah . . . sekarang kita belajar Bahasa Indonesia.

2.      Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Contoh:          
1) Faktor-faktor Tauran ... akan diamati lebih lanjut.
2) Banjir yang  terjadi ... mungkin karena ulah penduduk itu sendiri.
H.Tanda Tanya (?)
1.      Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Contoh:           1) Bagaimana kabar kamu?
2) Apakah engkau masih ingat saya?
2.      Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:           1) Ia bertemu dengan presiden kemarin (?)
2) Andi mencuri uang 50 juta (?)
I.Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:           1) Cuci baju saya yang kotor sekarang juga!
                        2) Perhatikan apa yang dikatakan oleh Dosen!
J.Tanda Kurung ((...))
1.      Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Contoh:           1) Kelompok 14 membuat materi tentang SPSS ( Statistical Product and
    Servis Solution ).
2) Saya akan mengurus SIM ( Surat Izin Mengemudi ) minggu ini.

2.      Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:           1) Monumen Nasional ( lihat gambar 1.5 ) merupakan cirri khas kota
    Jakarta.
2) Kenaikan harga BBM ( lihat grafik di bawah ini ) pada tahun 2010.

3.      Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:           1) Saya berasal dari (kabupaten) Jeneponto.
2) Rais membeli (sepeda motor) Revo.

4.      Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh:           1) Pertemuan berikutnya akan membahas tentang (a) Pengukuran,
    (b) Kinematika, (c) Dinamika, dan (d) Kerja Energi.
2) Diskusi Agama Islam menyangkut (i) sikap, (ii) moral, dan
     (iii) perilaku umat islam

K.Tanda Kurung Siku ([...])
1.      Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Contoh:           1) Pangeran Kodok ber[s]uara seperti Kera.
2) Pahlawan kesiangan ber[g]erak menolong tuan putrid.

2.      Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh:           1) Satuan panjang dalam SI adalah meter ( berasal dari kata
     metron[mengukur])
2) Perbedaan Hukum I, II, dan III Newton ( memiliki beberapa perbedaan 
    [ lihat halaman 45-48 ]) perlu diperhatikan baik-baik.

L.Tanda Petik ("...")
1.      Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:           1) “Tadi kamu dari mana?” Tanya Kurnia.
2) “Tempat kalian ada di sebelah sana, bersama teman-teman sekelas,”
    kata Bu Suriati

2.      Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:           1) Bacalah  “Langkah-Langkah Mengelolah dan Mencetak Dokomen”
     dalam buku Teknologi Informasi dan Komunikasi.
2) Materi pengukuran, tata surya, dan gaya gesekan terdapat pada buku
    “ Pegangan FISIKA 1” yang di terbitkan oleh ARMICO Bandung.

3.      Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:           1) Para pemuda Indonesia sangat menjunjung rasa “Nasionalisme”.
2) Laki-Laki itu memiliki penyakit “Ansomnia” sehingga dia jarang tidur.

4.      Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh:           1) Kata Syarif, “ Saya juga mempunyai perasaan.”
2) Kata Diank, “ Saya sering disakiti oleh pria.”

5.      Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Contoh:           1) Karena kecantikan wajahnya, Kurnia Laily disebut “Bidadari yang
     turun dari kayangan”
2) Karena kepintaran yang dimiliki oleh Syahrul Yasin Limpo, sehingga
    dia mendapat julukan “Pemimpin Yang Terbaik”


M.Tanda Petik Tunggal ('...')
1.      Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh:          
1) "Sewaktu aku di jalan, aku mendengar teriak Andi dari jauh `tunggu                                    aku`, tetapi ketika aku berbalik ke belakang, aku tidak melihat Andi,"                                      ujar Tono.
2) "Sewaktu kamu membacakan puisi `ibu`, aku langsung teringat kepada                    almarhuma ibu." Kata Ina.

2.      Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh:          
1) A slack will be of little means `Tangan yang lamban membuat miskin`
2) Open your eyes and your ear, however shut  your mouth `bukalah lebar- 
    lebar mata dan telinga anda, tetapi tutuplah mulut anda`

N.Tanda Garis Miring (/)
1.      Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh:          
1) No. 14/osis/skapat/XI/12
                                    2) Jalan Andi Tonro I/9

2.      Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau dan tiap
 Contoh:          1) Untuk sampai ke Jeneponto dapat menggunakan kendaraan sepeda
                                         motor/mobil.
                                    2) Saya menerima Beasiswa Bidikmisi Rp 600.000/bulan.

O.Tanda Penyingkat (Apostrof)(')
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Contoh:          
1) Semuanya ‘lah berlalu.
                                    2) Cita-citaku ‘kan kugapai setinggi langit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll