1. Latar belakang
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam
ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur
etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di
sampaikan dan di fahami secara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya
diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga
proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.
2. Tujuan
Tujuan
menyusun makalah ini yaitu :
v Memahami Konsep EYD
v Memahami tanda baca dan beberapa
fungsinya
v Penulisan tanda baca dengan jelas
dan benar
v Serta manpu menerapkan tata bahasa
indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini
menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.
Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan
bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama
tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati
oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang
Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden
Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu
("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia.
Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).
Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober
1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas.
Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975
memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem
(suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk
menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda
yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa,
lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu
gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.
A.Tanda
Titik (.)
1.
Tanda
titik dipakai pada akhir kalimat yang
bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh: 1)Saya akan ke kampus.
2)Biarkan mereka bermain.
2. Tanda
titik
dipakai di belakang angka atau huruf dalam
suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Contoh: 1) 1. Alat Ukur Digital
Contoh: 1) 1. Alat Ukur Digital
1.1 Osiloskop Digital
1.2 Ampere Meter Digital
1.3 AVO meter Digital
1.4 Volt Meter Digital
2. Alat Ukur Analog
1.1 Avo Meter
1.2 Ampere Meter
2) II. Departemen Luar Negeri
A.
Direktorat Pariwisata
B.
Direktorat Perekonomian
3. Tanda
titik dipakai untuk memisahkan angka jam,
menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh: 1) pukul 8.45.15 (pukul 8 lewat 45 menit 15 detik).
Contoh: 1) pukul 8.45.15 (pukul 8 lewat 45 menit 15 detik).
2)
pukul 10.20.45 ( pukul 10 lewat 20 menit 45 detik).
4. Tanda titik
dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contoh: 1) 8.45.15 jam (8 jam, 45 menit, 15 detik).
2)
0.25.30 jam (25 menit, 30 detik)
5. Tanda titik dipakai
diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan
tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Contoh: 1)Kalvin,
Planck, 1994. Fisika Teknik.
2) Rudolf, Clausius. Hukum Carnot.
2) Rudolf, Clausius. Hukum Carnot.
6a. Tanda
titik dipakai untuk memisahkan bilangan
ribuan atau kelipatannya.
Contoh: 1) Korban Tsunami di Aceh menewaskan 4.342 jiwa.
Contoh: 1) Korban Tsunami di Aceh menewaskan 4.342 jiwa.
2) Jeneponto memiliki penduduk sebanyak 5.762 orang.
6b. Tanda titik tidak dipakai
untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan
jumlah.
Contoh: 1) Kiamat diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012.
Contoh: 1) Kiamat diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012.
2) Randy lahir pada tahu 1992 di Makassar.
7. Tanda
titik tidak
dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi,
tabel, dan sebagainya.
Contoh: 1) Kunjungan Wisata di Bali
Contoh: 1) Kunjungan Wisata di Bali
2) Anak Petualang Yang Cerdik
8. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat
atau (2) nama dan alamat penerima surat.
Contoh: 1) Kantor Sektor Tello
Jalan Perintis
Kemerdekaan 84
Makassar
2) Surabaya
1 agustus 2012
B.Tanda Koma (,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau
pembilangan.
Contoh: 1) Saya menjual baju, celana, dan tas.
Contoh: 1) Saya menjual baju, celana, dan tas.
2) Saya lagi
makan sayur, ikan, dan nasi.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari
kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi,
dan melainkan.
Contoh: 1) Saya ingin ke pesta kamu, tetapi saya tidak punya kendaraan.
Contoh: 1) Saya ingin ke pesta kamu, tetapi saya tidak punya kendaraan.
2) Saya ingin pulang kampung,
tetapi banyak tugas yang harus
kuselesaikan.
3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh: 1)Kalau terlambat bangun, saya tidak ke kampus.
Contoh: 1)Kalau terlambat bangun, saya tidak ke kampus.
2)
Karena rajin membaca buku, Sinta tambah cerdas.
3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat
apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh: 1) Sinta tambah cerdas karena rajin membaca buku.
Contoh: 1) Sinta tambah cerdas karena rajin membaca buku.
2) Diank lupa belajar
karena ngantuk.
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara
kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena
itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh: 1) . . . Meskipun begitu, aku tetap menyayanginya.
Contoh: 1) . . . Meskipun begitu, aku tetap menyayanginya.
2) . . . Akan
tetapi, hal itu sangat sulit.
5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh,
kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.
Contoh: 1) Wah, sungguh keterlaluan.
Contoh: 1) Wah, sungguh keterlaluan.
2) Aduh, bisa gawat nih.
6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain
dalam kalimat.
Contoh: 1) Kata Lia, “Laki-laki itu sangat tampan.”
Contoh: 1) Kata Lia, “Laki-laki itu sangat tampan.”
2) “Mereka anak
baru,” kata Bu Ani, “ kalian yang bernama Susi dan
Sinta.”
7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian
alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri
yang ditulis berurutan.
Contoh: 1) Jeneponto, 18 september 1994
Contoh: 1) Jeneponto, 18 september 1994
2) Bandung, Jawa
Barat
8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik
susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh: 1) Setiawan, Nani. 2000. Menuju Jalan Terbuka. Jakarta: Bumi Aksara.
Contoh: 1) Setiawan, Nani. 2000. Menuju Jalan Terbuka. Jakarta: Bumi Aksara.
2) Tarigan, Henry
Guntur. 1985.
Membaca Sebagai Keterampilan
Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh: 1) Ismail Marahimin, Menulis Secara Populer ( Jakarta : Pustaka Jaya,
Contoh: 1) Ismail Marahimin, Menulis Secara Populer ( Jakarta : Pustaka Jaya,
1994 ), hlm. 10.
2) Harimurti Kridalaksana, Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia
( Jakarta : Gramedia, 1986 ), hlm. 14.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang
mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau
marga.
Contoh: 1) Drs. Muhammad Thalib, S,Pd, M.Pd.
Contoh: 1) Drs. Muhammad Thalib, S,Pd, M.Pd.
2)
Prof. Dr. Suherman Nurdin, S.Pd, M.Pd.
11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah
dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh: 1) 35,5 kg
Contoh: 1) 35,5 kg
2)
Rp.25,50
12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya
tidak membatasi.
Contoh: 1) Jeneponto, misalnya, masih banyak orang yang memelihara kuda.
Contoh: 1) Jeneponto, misalnya, masih banyak orang yang memelihara kuda.
2)
Ibu saya, Bu Salma, cantik sekali.
13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan
yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh: 1) Atas perhatian bapak, saya ucapkan terima kasih.
Contoh: 1) Atas perhatian bapak, saya ucapkan terima kasih.
2)
Untuk sampai ke Jeneponto, saya menggunakan sepeda motor.
14. Tanda koma tidak dipakai
untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam
kalimat jika petikan itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh: 1) “ Kapan kamu berangkat ke Jakarta? ” tanya Amir.
Contoh: 1) “ Kapan kamu berangkat ke Jakarta? ” tanya Amir.
2)
“ Tutup pintu itu! “ perintahnya.
C.Tanda Titik Koma (;)
1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang
sejenis dan setara.
Contoh: 1) Hari sudah berganti; Wildan belum pulang juga.
Contoh: 1) Hari sudah berganti; Wildan belum pulang juga.
2) Matahari sudah terbit; Randi belum bangun
juga.
2. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai
pengganti kata
penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di
dalam kalimat majemuk.
Contoh: 1) Makmur membersihkan pekarangan rumah; Ayu mengelap lantai; Rais
Contoh: 1) Makmur membersihkan pekarangan rumah; Ayu mengelap lantai; Rais
serius belajar; Saya sendiri asyik main
game.
2 ) Nenek menjahit baju; Kakek duduk di
teras; Saya sendiri makan buah
jambu.
D.Tanda Titik Dua (:)
1a. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila
diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh: 1) Makmur memerlukan pakaian sekolah : topi, dasi, baju, celana,
Contoh: 1) Makmur memerlukan pakaian sekolah : topi, dasi, baju, celana,
kaos
kaki, sepatu,
dan tas.
2) Saya membeli
di toko Agung perlengkapan alat tulis : pensil, pena, dan
tinta.
1b. Tanda titik dua
tidak dipakai jika
rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh: 1) Makmur memerlukan topi, dasi, baju, celana, kaos kaki, sepatu, dan tas.
Contoh: 1) Makmur memerlukan topi, dasi, baju, celana, kaos kaki, sepatu, dan tas.
2) Saya membeli
pensil, pena, dan tinta.
2.
Tanda
titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan
yang memerlukan pemerian.
Contoh: 1) Khatib : H. Abdul Razak, S.Ag.
Muadzin : Misbar Patta
Imam :
H. Muhammad Yunus, S.Ag.
Waktu :
Jumat, 16 november 2012.
2) Jenis
Kegiatan : MTQ ( Musabaqah
Tilawatil Qur’an )
Waktu :
08.30-11.00 WITA
Tempat :
Masjid Jami Al-Abrar.
3.
Tanda
titik dua dipakai dalam teks drama sesudah
kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh: 1) Bu Yuli : “ Ayo, Bud, kita kekantor polisi! ”
Budi : “ Sebentar, Tante. Saya beritahu paman
dahulu...! ”
Bu Yuli :
“ Ya, . . . Cepatlah beritahukan pamanmu, katakan kamu
akan mengantar kesana. “
Budi :
( menuju pintu akan keluar )
2) Pak Kasim : “ Sekolah dimana, Nak?
”
Nawir :
“ Di Yayasan Jakarta, Pak. “
Pak Kasim :
“ Mungkin Yayasan Sosial? “
Nawir :
“ Ya begitulah, orangnya baik-baik, Pak. “
4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di
antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci (iii) di antara judul dan anak judul
suatu karangan, (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Contoh: 1) Surah At-Taubah : 128-129
Contoh: 1) Surah At-Taubah : 128-129
2) Harjasujana, Ahmad. 1999. Keterampilan
Membaca. Jakarta : Angkasa.
E.Tanda Hubung (-)
|
Contoh: 1) 1
|
2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau
akhiran dengan bagian kata di depannya
pada pergantian baris.
|
|
3.
Tanda
hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh: 1) Cara-cara
2) Malu-malu
4.
Tanda
hubung menyambung
huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh: 1)
18-9-1994
2)
p-a-k-a-i-a-n
5.
Tanda
hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan
bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata.
Contoh: 1)
Istri-perwira yang ramah
2)
) ber-interaksi
6.
Tanda
hubung dipakai untuk merangkaikan (i) se-
dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital, (ii) ke-
dengan angka, (iii) angka dengan -an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan
imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan rangkap.
Contoh: 1) se-Asia Tenggara
Contoh: 1) se-Asia Tenggara
2) Ulang tahun RCTI yang ke-5
7.
Tanda
hubung dipakai untuk merangkaikan unsur
bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh: 1) di-drible
Contoh: 1) di-drible
2) chating-an
F.Tanda Pisah ( – )
1.
Tanda
pisah membatasi penyisipan kata atau
kalimat yang memberikan penjelasan di luar bangun kalimat.
Contoh:
Contoh:
2.
Tanda
pisah menegaskan adanya keterangan aposisi
atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh:
Contoh:
3.
Tanda
pisah dipakai di antara dua bilangan atau
tanggal dengan arti ‘sampai ke' atau ‘sampai dengan'.
Contoh: 1) Penerimaan mahasiswa baru mulai tanggal 10-18 agustus 2012
Contoh: 1) Penerimaan mahasiswa baru mulai tanggal 10-18 agustus 2012
2) Perjalanan Jeneponto-Makassar
membutuhkan beberapa jam.
G.Tanda Elipsis (...)
1.
Tanda
elipsis dipakai dalam kalimat yang
terputus-putus.
Contoh: 1) Kalau begitu . . . terserah apa mau kamu!
2) Baiklah . . . sekarang kita belajar Bahasa
Indonesia.
2.
Tanda
elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu
kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Contoh: 1) Faktor-faktor Tauran ... akan diamati lebih lanjut.
Contoh: 1) Faktor-faktor Tauran ... akan diamati lebih lanjut.
2) Banjir
yang terjadi ... mungkin karena ulah penduduk itu sendiri.
H.Tanda Tanya (?)
1.
Tanda
tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Contoh: 1) Bagaimana kabar kamu?
Contoh: 1) Bagaimana kabar kamu?
2) Apakah engkau masih ingat saya?
2.
Tanda
tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk
menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan
kebenarannya.
Contoh: 1) Ia bertemu dengan presiden kemarin (?)
Contoh: 1) Ia bertemu dengan presiden kemarin (?)
2) Andi mencuri uang 50 juta (?)
I.Tanda Seru (!)
Tanda
seru dipakai sesudah ungkapan atau
pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan,
ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh: 1) Cuci baju saya yang kotor sekarang juga!
Contoh: 1) Cuci baju saya yang kotor sekarang juga!
2) Perhatikan apa yang dikatakan
oleh Dosen!
J.Tanda Kurung ((...))
1.
Tanda
kurung mengapit tambahan keterangan atau
penjelasan.
Contoh: 1) Kelompok 14 membuat materi tentang SPSS ( Statistical Product and
Contoh: 1) Kelompok 14 membuat materi tentang SPSS ( Statistical Product and
Servis Solution ).
2) Saya akan mengurus SIM ( Surat Izin Mengemudi ) minggu
ini.
2.
Tanda
kurung mengapit keterangan atau penjelasan
yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh: 1) Monumen Nasional ( lihat gambar 1.5 ) merupakan cirri khas kota
Contoh: 1) Monumen Nasional ( lihat gambar 1.5 ) merupakan cirri khas kota
Jakarta.
2) Kenaikan harga BBM ( lihat grafik di bawah ini ) pada
tahun 2010.
3.
Tanda
kurung mengapit huruf atau kata yang
kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh: 1) Saya berasal dari (kabupaten) Jeneponto.
Contoh: 1) Saya berasal dari (kabupaten) Jeneponto.
2) Rais membeli (sepeda motor) Revo.
4.
Tanda
kurung mengapit angka atau huruf yang
memerinci satu urutan keterangan.
Contoh: 1) Pertemuan berikutnya akan membahas tentang (a) Pengukuran,
Contoh: 1) Pertemuan berikutnya akan membahas tentang (a) Pengukuran,
(b) Kinematika, (c)
Dinamika, dan (d) Kerja Energi.
2) Diskusi Agama Islam menyangkut (i) sikap, (ii) moral, dan
(iii) perilaku
umat islam
K.Tanda Kurung Siku ([...])
1.
Tanda
kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok
kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang
ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu
memang terdapat di dalam naskah asli.
Contoh: 1) Pangeran Kodok ber[s]uara seperti Kera.
Contoh: 1) Pangeran Kodok ber[s]uara seperti Kera.
2) Pahlawan kesiangan ber[g]erak menolong tuan
putrid.
2.
Tanda
kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat
penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh: 1) Satuan panjang dalam SI adalah meter ( berasal dari kata
Contoh: 1) Satuan panjang dalam SI adalah meter ( berasal dari kata
metron[mengukur])
2) Perbedaan Hukum I, II, dan III Newton ( memiliki
beberapa perbedaan
[ lihat
halaman 45-48 ]) perlu diperhatikan baik-baik.
L.Tanda Petik ("...")
1.
Tanda
petik mengapit petikan langsung yang
berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh: 1) “Tadi kamu dari mana?” Tanya Kurnia.
Contoh: 1) “Tadi kamu dari mana?” Tanya Kurnia.
2) “Tempat kalian ada di sebelah sana, bersama
teman-teman sekelas,”
kata Bu
Suriati
2.
Tanda
petik mengapit judul syair, karangan,
atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh: 1) Bacalah “Langkah-Langkah Mengelolah dan Mencetak Dokomen”
Contoh: 1) Bacalah “Langkah-Langkah Mengelolah dan Mencetak Dokomen”
dalam buku Teknologi Informasi dan Komunikasi.
2) Materi pengukuran, tata surya, dan gaya gesekan
terdapat pada buku
“ Pegangan
FISIKA 1” yang di terbitkan oleh ARMICO
Bandung.
3.
Tanda
petik mengapit istilah ilmiah yang kurang
dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh: 1) Para pemuda Indonesia sangat menjunjung rasa “Nasionalisme”.
Contoh: 1) Para pemuda Indonesia sangat menjunjung rasa “Nasionalisme”.
2) Laki-Laki itu memiliki penyakit “Ansomnia”
sehingga dia jarang tidur.
4.
Tanda
petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri
petikan langsung.
Contoh: 1) Kata Syarif, “ Saya juga mempunyai perasaan.”
Contoh: 1) Kata Syarif, “ Saya juga mempunyai perasaan.”
2) Kata Diank, “ Saya sering disakiti oleh pria.”
5.
Tanda baca
penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang
mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat
atau bagian kalimat.
Contoh: 1) Karena kecantikan wajahnya, Kurnia Laily disebut “Bidadari yang
Contoh: 1) Karena kecantikan wajahnya, Kurnia Laily disebut “Bidadari yang
turun dari kayangan”
2)
Karena kepintaran yang dimiliki oleh Syahrul Yasin Limpo, sehingga
dia mendapat julukan “Pemimpin Yang
Terbaik”
M.Tanda Petik Tunggal ('...')
1. Tanda petik tunggal
mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh: 1) "Sewaktu aku di jalan, aku mendengar teriak Andi dari jauh `tunggu aku`, tetapi ketika aku berbalik ke belakang, aku tidak melihat Andi," ujar Tono.
Contoh: 1) "Sewaktu aku di jalan, aku mendengar teriak Andi dari jauh `tunggu aku`, tetapi ketika aku berbalik ke belakang, aku tidak melihat Andi," ujar Tono.
2) "Sewaktu kamu membacakan
puisi `ibu`, aku langsung teringat kepada almarhuma ibu." Kata Ina.
2.
Tanda
petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau
penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh: 1) A slack will be of little means `Tangan yang lamban membuat miskin`
Contoh: 1) A slack will be of little means `Tangan yang lamban membuat miskin`
2) Open your eyes and your ear, however shut your mouth `bukalah lebar-
lebar mata
dan telinga anda, tetapi tutuplah mulut anda`
N.Tanda Garis Miring (/)
1.
Tanda
garis miring dipakai di dalam nomor surat dan
nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun
takwim.
Contoh: 1) No. 14/osis/skapat/XI/12
Contoh: 1) No. 14/osis/skapat/XI/12
2) Jalan Andi Tonro I/9
2.
Tanda
garis miring dipakai sebagai pengganti kata
atau dan tiap
Contoh: 1) Untuk sampai ke Jeneponto dapat menggunakan kendaraan sepeda
motor/mobil.
2) Saya menerima Beasiswa Bidikmisi Rp 600.000/bulan.
O.Tanda Penyingkat (Apostrof)(')
Tanda
penyingkat menunjukkan penghilangan bagian
kata atau bagian angka tahun.
Contoh: 1) Semuanya ‘lah berlalu.
Contoh: 1) Semuanya ‘lah berlalu.
2) Cita-citaku ‘kan kugapai setinggi langit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar