Cahaya adalah gelombang elektromanetik yang dipancarkan oleh
sumber cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Mata manusia hanya mampu
melihat cahaya dengan panjang gelombang 380 mµ sampai 780 mµ.
Berdasarkan percobaan Isaac Newton, cahaya putih matahari
dapat diuraikan menjadi warna pelangi yang terdi dari :
Ungu : 380 mµ samapai
420 mµ
Biru : 420 mµ sampai
495 mµ
Hijau : 495 mµ sampai
566 mµ
Kuning : 566 mµ samapi 589 mµ
Jingga : 589 mµ sampai
627 mµ
Merah : 627 mµ sampai
780 mµ
Tiap warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda,
mata manusia sendiri paling peka dengan terhadap λ= 555 mµ. Jika pencahayaan
terlalu terang maka akan silau dan apabila terlalu gelap maka akan
remang-remang, pancahayaan yang kurang baik dapat berdampak negetif bagi kesehatan
mata.
Matahari (bintang) sebagai sumber cahaya alami tidak tampak
pada malam hari, karena itu manusia membutuhkan sumber cahaya buatan untuk
tetap dapat melihat dan beraktifitas dengan maksimal di malam hari.
SATUAN SATUAN TEKNIK PENCAHAYAAN.
1. STERADIAN
Radian adalah sudut pada titik tengah lingkaran dimana kedua busurnya
adalah sama.
1 radian =3600/2 π= 57,30
1 radian =3600/2 π= 57,30
Steradian adalah sudut ruang pada titik tengah bola sebesar kuadrat
jari-jarinya
2. Intensitas
Cahaya
Satuan intensitas cahaya (I) adalah Candela (Cd),
I = F/
keterangan :
I : Intensitas Cahaya (Cd)
keterangan :
I : Intensitas Cahaya (Cd)
F : Fluks Cahaya (lumen)
3. Fkuks Cahaya
Fluks cahaya (F) adalah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh sumber
cahaya.
1 lumen adalah cahaya yang dipancarkan dalam 1 steradian dari
sebuah sumber cahaya 1 candela pada permukaan bola dengan jari-jari 1 meter.
4. Luminansi
Luminansi adalah suatu ukuran terangnya suatu benda baik pada
sumber cahaya maupun pada suatu permukaan.
Lambang luminansi adalah L dengan satuan candela per meter persegi
L= I/As
L : luminansi (cd/m2)
I : Intensitas (cd)
As : luas seluruh
permukaan (m2)
5. Iluminasi
Iluminasi adalah fluks cahaya yang menyinari suatu bidang. Iluminasi (intensitas penerangan)
dilambangkan E dengan satuan lux
E = F/A
E : iluminasi (lux)
F : fluks cahaya
(lumen)
A : luas permukaan
(m2)
Dengan
satuan satuan cahaya digunakan untuk mengukur dan menentukan dan mempermudah
manusia untuk mendisain sistem
pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan.
