Selasa, 04 Februari 2014

TEKNIK PENERANGAN/ PENCAHAYAAN

Cahaya adalah gelombang elektromanetik yang dipancarkan oleh sumber cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Mata manusia hanya mampu melihat cahaya dengan panjang gelombang 380 mµ sampai 780 mµ.
Berdasarkan percobaan Isaac Newton, cahaya putih matahari dapat diuraikan menjadi warna pelangi yang terdi dari :
Ungu    : 380 mµ samapai 420 mµ
Biru     : 420 mµ sampai 495 mµ
Hijau    : 495 mµ sampai 566 mµ
Kuning : 566 mµ samapi 589 mµ
Jingga  : 589 mµ sampai 627 mµ
Merah : 627 mµ sampai 780 mµ

Tiap warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda, mata manusia sendiri paling peka dengan terhadap λ= 555 mµ. Jika pencahayaan terlalu terang maka akan silau dan apabila terlalu gelap maka akan remang-remang, pancahayaan yang kurang baik dapat berdampak negetif bagi kesehatan mata.
Matahari (bintang) sebagai sumber cahaya alami tidak tampak pada malam hari, karena itu manusia membutuhkan sumber cahaya buatan untuk tetap dapat melihat dan beraktifitas dengan maksimal di malam hari.
SATUAN SATUAN TEKNIK PENCAHAYAAN.
1.      STERADIAN
Radian adalah sudut pada titik tengah lingkaran dimana kedua busurnya adalah sama.
1 radian =3600/2 π= 57,30

Steradian adalah sudut ruang pada titik tengah bola sebesar kuadrat jari-jarinya
   = A/R2  (steradian)

2.       Intensitas Cahaya
Satuan intensitas cahaya (I) adalah Candela (Cd),
I = F/
keterangan :
I  : Intensitas Cahaya (Cd)
F : Fluks Cahaya (lumen)
  : Sudut Ruang (steradian)

3.      Fkuks Cahaya
Fluks cahaya (F) adalah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya.
1 lumen adalah cahaya yang dipancarkan dalam 1 steradian dari sebuah sumber cahaya 1 candela pada permukaan bola dengan jari-jari 1 meter.
4.      Luminansi
Luminansi adalah suatu ukuran terangnya suatu benda baik pada sumber cahaya maupun pada suatu permukaan.
Lambang luminansi adalah L dengan satuan candela per meter persegi
L= I/As

L          : luminansi (cd/m2)
I           : Intensitas (cd)
As        : luas seluruh permukaan (m2)

5.      Iluminasi
Iluminasi adalah fluks cahaya yang menyinari suatu bidang.  Iluminasi (intensitas penerangan) dilambangkan E dengan satuan lux

E = F/A

E          : iluminasi (lux)
F          : fluks cahaya (lumen)
A          : luas permukaan (m2)

Dengan satuan satuan cahaya digunakan untuk mengukur dan menentukan dan mempermudah manusia untuk  mendisain sistem pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogroll