Kamis, 25 September 2014

instalasi listri


A. JENIS JENIS KABEL
  1. Kabel NYA. Jenis kabel Nya bentuknya berinti tunggal dari bahan tembaga sebagai inti, berisolasi PVC. Pemasangannya tidak boleh menempel didinding/tembok, tetapi harus menggunakan rol isolator atau pipa instalasi listrik. Kabel NYA tidak boleh dipasang pada tempat yang terbuka atau dibawah tanah.
  2.  kabel NYM, mempunyai inti lebih dari satu, inti kabel dari tembaga, berisolasi dari PVC, selubung dalam dari karet,dan selubung luar dari PVC. Pemasangan kabel NYM boleh langsung menempel pada tembok tanpa menggunakan rol isolator/pipa instalasi. Pemasangan kabel NYM tidak boleh dipasang di bawah tanah dan tempat terbuka. Gambar dibawah ini merupakan gambar dari kabel NYM:
  3. . Kabel NYFGby, Jenis kabel NYFGby, kabel berinti tembaga, berisolasi PVC, kabel ini mempunyai inti lebih dari satu dan mempunyai kekuatan mekanik tinggi. Gambar dibawah ini merupakan jenis kabel NYMFGby dan gambar penampangnya.
SAKLAR

Secara umum, fungsi saklar adalah untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik. Pada instalasi listrik penerangan.
  1.  saklar tunggal berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan sebuah dan sekelompok lampu (beban listrik) dari suatu tempat. Saklar tunggal banyak digunakan didalam kamar atau suatu ruangan yang memilki ukuran kecil dan hanya mempunyai satu buah pintu. Contoh ruangan: kamar tidur, kamar mandi, ruang makan ,dll.
  2. Saklar seri berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan dua buah lampu dari suatu tempat secara bergantian atau bersamaan. Saklar seri biasanya digunakan pada ruangan yang luas tetapi hanya mempunyai satu pintu. Contoh pada ruang pertemuan, toko, dll.\  
  3. Saklar tukar berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan sebuah lampu (beban listrik) dari dua tempat.Saklar tunggal disebut juga saklar hotel, karena banyak digunakan di hotel. Untuk mengoperasikan sebuah lampu dari dua tempat diperlukan 2 saklar tukar, yang pemasangannya sebuah saklar tukar dan sebuah lampu pada kamar tamu sedangkan satu saklar tukar yang lain dipasang pada ruang operator.Saklar silang befungsi untuk menghidupkan dan mematikan sebuah (sekelompok) lampu (beban listrik) dari minimal tiga tempat, penggunaannya dibantu dengan dua buah saklar tukar. Saklar silang digunakan pada ruangan yang panjang atau bertingkat. Contohnya pada; rumah tingkat/tangga, lorong-lorong, ruang yang luas dan panjang yang mempunyai tiga pintu. B. Kotak-kontak (stop kontak



Kotak kontak merupakan tempat untuk mendapatkan sumber tegangan listrik yang diperlukan untuk pesawat atau alat listrik. Tegangan Sumber listrik ini diperoleh dari hantaran fasa dan netaral yang berasal dari PLN.












MAKALAH METODE PENELITIAN KUALITATIF

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kata metode berasal dari istilah Yunani methodos (meta+bodos) yang artinya cara.1 Jadi, metode penelitian sosial adalah cara sistematik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data yang diperlukan dalam proses identifikasi dan penjelasan fenomena sosial yang tengah ditelisiknya. Secara dikotomis, dalam ilmu sosial dikenal dua jenis metode penelitian yaitu kuantitatif dan kualitatif.
metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan dari orang-orang atau  perilaku yang dapat diamati. Pendekatan  ini diarahkan pada latar dan individu secara holistik.
Mata kuliah metodologi penelitian adalah salah satu mata kuliah wajib yang harus diprogram oleh mahasiswa yang berbobot 3 SKS, dan salah satu materinya adalah metodologi penelitia kualitatif.

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah pada makalah ini anatara lain :
1. Apa yang dimaksud penelitian kualitatif ?
2. Bagai mana cara melakukan penelitian kualitatif ?
3. Bagaimana sistem penyampelan pada penelitian kualitati ?
4. Bagaimana sistem analisis data pada penelitian kualitatif ?

C. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai adalah :
1. Mampu memahami defenisi dan makna penelitian kualitatif
2. Mampu memahami tatacara penelitian kualitatif
3. Mampu memahami teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif
4. Mampu memahami teknik penyampelan pada penelitian kualitatif


BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENELITIAN KUALITATIF
1. DEFENISI
Metode penelitian kualitatif  adalah metode penelitian yang berbasis pada filsafat postpositivisme, digunakan  untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawan dari eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci pengambilan sampel sumber data dilakukan secara porposive dan snow baal, teknik pengumpulan data dengan triagulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Pada filsafat post positivisme realitas dipandang sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca indra, dapat dikatagorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku tidak berubah, dapat diukur dan diverivikasi. Dengan demikian penelitian kualitatif peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari obyek yang diteliti, dan kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya.
Penelitian kualitatif memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamis hasil konstruksi pemikiran dan interpersepsi terhadap segala yang diamati serta utuh (holistik) karena setiap aspek dari obyek itu memiliki satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya yang tampak (teramati), tetapi sampai dibalik yang tampak tersebut.
Pada penelitian kwalitatif dalam melakukan pengumpilan data terjadi interaksi antara peneliti, data dan sumber data. Dalam interaksi ini baik peneliti maupun sumber data memiliki latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai-nilai, kepentingan persepsi berbeda-beda, sehingga dalam pengumpilan data analisis dan pembuatan laporan akan terikat oleh nilai masing-masing.


2. KARAKTERISTIK
Prof. Dr. Sugiono, mengutip dari Bogdan dan Bikel (1982) mengemukakan karasteristik kualitaif seperti berikut :
a. Dilakukan pada kondisi yang alamiah, langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci
b. Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul membentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada anggka
c. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses dari pada produk atau outcome
d. Penelitian kualitatif melakukan analisis secara induktif
e. Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati).

B. POPULASI DAN SAMPEL
1. Pengertian
Pengertian sampel dan populasi dalam penelitian kualitatif sedikit berbeda dengan penelitian kuantatif, dalam penelitian kuantatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi oleh Spradly dinamakan “sosial Situacion” atau situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen yaitu : tempat, pelaku, dan aktivitas yang berinteraksi secara sinergis. Situasi sosial tersebut dapat dinyatakan sebagai obyek peneliti yang ingin dipahami secara mendalam “apa yang terjadi didalamnya”. Dalam situasi sosial orang-orang pada tempat tertentu.
Tetapi obyek penelitian kualitatif bukan semata-mata pada situasi sosial yang terdiri dari tiga elemen tersebut tetapi bisa juga peristiwa alam, tumbuhan dan lain-lain.
Sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden, tetapi sebagai nara sumber atau partisispan, informan teman dan guru dalam penelitian. Sampel dalam penelitian kualitatif juga bukan disebut sampel statistik, tetapi sampel teoritis karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menghasilkan teori. Sampel dalam penelitian kualitatif juga sebagai sampel konstruktif, karena dengan sumber data dari sampel itu dapat dikonstruksikan fenomena yang semula masih belum jelas.
2. Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penelitian kualitatif, teknik sampeling yang sering digunakan adalah porposif sampeling dan Snowbaal sampeling. Porposif sampeling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Snowbaal sampeling adalah teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar. Hal ini dilakukan karena dari jumlah sumber data yang sedikit itu belum mampu memberikan data yang lengkap.
Penentuan sampel pada penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti mulai memesuki lapangan dan selama penelitian berlangsung. Besarnya sampel ditentukanpertimbangan informasi.

C. INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
1. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian, pada penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen harus divadasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian dan selanjutnya turun kelapangan.
Menurut nasution (1988) peneliti sebagai instrumen penelitian serasi untuk penelitian serupa karena memiliki ciri-cirisebagai berikut :
a. Peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian;
b. Peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus
c. Tiap situasi merupakan keseluruhan. Tidak ada satu instrumen berupa test atau angket yang dapat menangkap seluruh situasi, kecuali manusia
d. Suatu situasi yang melibatkan interaksi manusia, tidak dapat difahami dengan pengetahuan semata. Untuk memhaminya kita perlu sering merasakana, menyelaminya berdasarkan pengetahuan kita
e. Peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia dapat menafsirkan, melahirkan hipotesis dengan segera untuk menentukan arah pengamatan, untuk mentest hipotesis yang timbul seketika
f. Hanya manusia sebagai instrumen dapat mengabil kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan pada suatu saat dan menggunakan segera sebagai balikan untuk memeperoleh ketegasan, perubahan, tau perbaikan.
g. Dalam penelitian menggunakan test atau anggket yang bersifat kuantitatif yang diutamakan adalah respon yang dapat dikuantifikasi agar diolah secara statistik, sedangkan yang menyimpang dari itu tidak dihiraukan. Sedang manusia sebagai instrumen, respon yang aneh, yang menyimpang justrudiberi perhatian.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dalam penelitian adalah mendapatkan data.
Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah, sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berpeserta, wawancara mendalam dan dokumentasi.


a. Pengumpulan data dengan observasi
Safina Faisal (1990) mengklasifikasikan observasi menjadi observasi partisipatif, observasi secara terang-terangan dan tersamar dan observasi tak struktur.
Dalam observasi partisipatif peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber. Sambil melakukan pengamatan peneliti ikut malakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya.
Observasi terus terang tersamar, peneliti dalam melakukan pengumpulan datamenyatakan dengan terus terang kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal samapi akhir tentang aktivitas peneliti.
Observasi tidak terstruketur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak tau secara pasti tentang apa yang akan diamati.
b. Teknik pengumpulan data dengan wawancara/Interview
Esterbeg (2002), wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin melakukan hal-hal dari respoen yang lebih mendalam.



c. Teknik pengumpulan data dengan dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.

d. Trigulasi
Dalam teknik pengumpulan data, trigulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan trigulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data  sekaligus menguji kredibilitas data.
D. TEKNIK ANALISIS DATA
Bogdan menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyususun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan memebuat kesimpulan tang dapat diceritakan kepada orang lain.
Susan Stainback, mengemukakan bahwa : analisis data merupakan hal yang kritis dalam proses penelitian kualitatif. Analisis digunakan untuk memahami hubungan dengan konsep dengan data sehingga hipotesis dapat dikembangkan dan dievaluasi.
Analisis adalah proses mencari dan menyususn secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan datakedalam katagori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyususn kedalam pola, memilih yang mana yang penting dan akan dipelajari, dan memebuat kesimpulan sehingga mudah dipahami diri sendiri dan oarang lain.
Analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum masuk kelapangan, selama dilapangan dan setelah selesai dilapangan.



















BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah mengamati dan mempelajari secara seksama, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan dari orang-orang atau  perilaku yang dapat diamati.
2. Sistem pengumpulan data pada penelitian kualitatif antara lain, observasi, wawancara, dokumentasi, dan trigulasi/gabungan.
3. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menempatkan peneliti sebagai instrumen utama
4. Pada penelitian kualitatif  pengertian  populasi sering diartikan dengan kondisi sosial yang terdiri dari pelaku, activity, dan tempat.

B. SARAN
Saya menyadari dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu saya sangat mengharapkan keritik dan saran yang bersifat membangun agar makalah  yang saya susun lebih baik kedepannya

Selasa, 04 Februari 2014

TEKNIK PENERANGAN/ PENCAHAYAAN

Cahaya adalah gelombang elektromanetik yang dipancarkan oleh sumber cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Mata manusia hanya mampu melihat cahaya dengan panjang gelombang 380 mµ sampai 780 mµ.
Berdasarkan percobaan Isaac Newton, cahaya putih matahari dapat diuraikan menjadi warna pelangi yang terdi dari :
Ungu    : 380 mµ samapai 420 mµ
Biru     : 420 mµ sampai 495 mµ
Hijau    : 495 mµ sampai 566 mµ
Kuning : 566 mµ samapi 589 mµ
Jingga  : 589 mµ sampai 627 mµ
Merah : 627 mµ sampai 780 mµ

Tiap warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda, mata manusia sendiri paling peka dengan terhadap λ= 555 mµ. Jika pencahayaan terlalu terang maka akan silau dan apabila terlalu gelap maka akan remang-remang, pancahayaan yang kurang baik dapat berdampak negetif bagi kesehatan mata.
Matahari (bintang) sebagai sumber cahaya alami tidak tampak pada malam hari, karena itu manusia membutuhkan sumber cahaya buatan untuk tetap dapat melihat dan beraktifitas dengan maksimal di malam hari.
SATUAN SATUAN TEKNIK PENCAHAYAAN.
1.      STERADIAN
Radian adalah sudut pada titik tengah lingkaran dimana kedua busurnya adalah sama.
1 radian =3600/2 π= 57,30

Steradian adalah sudut ruang pada titik tengah bola sebesar kuadrat jari-jarinya
   = A/R2  (steradian)

2.       Intensitas Cahaya
Satuan intensitas cahaya (I) adalah Candela (Cd),
I = F/
keterangan :
I  : Intensitas Cahaya (Cd)
F : Fluks Cahaya (lumen)
  : Sudut Ruang (steradian)

3.      Fkuks Cahaya
Fluks cahaya (F) adalah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya.
1 lumen adalah cahaya yang dipancarkan dalam 1 steradian dari sebuah sumber cahaya 1 candela pada permukaan bola dengan jari-jari 1 meter.
4.      Luminansi
Luminansi adalah suatu ukuran terangnya suatu benda baik pada sumber cahaya maupun pada suatu permukaan.
Lambang luminansi adalah L dengan satuan candela per meter persegi
L= I/As

L          : luminansi (cd/m2)
I           : Intensitas (cd)
As        : luas seluruh permukaan (m2)

5.      Iluminasi
Iluminasi adalah fluks cahaya yang menyinari suatu bidang.  Iluminasi (intensitas penerangan) dilambangkan E dengan satuan lux

E = F/A

E          : iluminasi (lux)
F          : fluks cahaya (lumen)
A          : luas permukaan (m2)

Dengan satuan satuan cahaya digunakan untuk mengukur dan menentukan dan mempermudah manusia untuk  mendisain sistem pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan.

Minggu, 15 September 2013

PUIL 2000 ( Peraturan Umum Instalasi Listrik)




Peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik adalah AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties) yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian AVE N 2004 ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 1964 sebagai Norma Indonesia NI6 yang kemudian dikenal sebagai Peraturan Umum Instalasi Listrik disingkat PUIL 1964, yang merupakan penerbitan pertama dan PUIL 1977 dan 1987 adalah penerbitan PUIL yang kedua dan ketiga yang merupakan hasil penyempurnaan atau revisi dari PUIL sebelumnya, maka PUIL 2000 ini merupakan terbitan ke 4. Jika dalam penerbitan PUIL 1964, 1977 dan 1987 nama buku ini adalah Peraturan Umum Instalasi Listrik, maka pada penerbitan sekarang tahun 2000, namanya menjadi Persyaratan Umum Instalasi Listrik dengan tetap mempertahankan singkatannya yang sama yaitu PUIL.

kata dosenku " PUIL 2000 adalah kitab sucinya anak teknik elektro jadi anak Teknik Elektro wajib Punya"

download PUIL 2000

Sabtu, 01 Desember 2012

MAKALAH TANDA BACA



1. Latar belakang

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub. materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dan di fahami secara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar.
2. Tujuan
Tujuan menyusun makalah ini yaitu :
v Memahami Konsep EYD
v Memahami tanda baca dan beberapa fungsinya
v Penulisan tanda baca dengan jelas dan benar
v Serta manpu menerapkan tata bahasa indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu ("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).

Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.


A.Tanda Titik (.)
1.      Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh:           1)Saya akan ke kampus.
2)Biarkan mereka bermain.
2.    Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Contoh:
           1)         1. Alat Ukur Digital
                                                            1.1   Osiloskop Digital
                                                            1.2   Ampere Meter Digital
                                                            1.3   AVO meter Digital
                                                            1.4   Volt Meter Digital
                                                2. Alat Ukur Analog
                                                            1.1   Avo Meter
                                                            1.2   Ampere Meter
                                    2)         II. Departemen Luar Negeri
                                                            A. Direktorat Pariwisata
                                                            B. Direktorat Perekonomian

3.    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contoh:
           1) pukul 8.45.15 (pukul 8 lewat 45 menit 15 detik).
                                    2) pukul 10.20.45 ( pukul 10 lewat 20 menit 45 detik).

4.    Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
            Contoh:           1) 8.45.15 jam (8 jam, 45 menit, 15 detik).
                        2) 0.25.30 jam (25 menit, 30 detik)

5.    Tanda titik dipakai diantara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.
Contoh:           1)Kalvin, Planck, 1994. Fisika Teknik.
                                    2) Rudolf, Clausius. Hukum Carnot.

6a. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh:
           1) Korban Tsunami di Aceh menewaskan 4.342 jiwa.
                         2) Jeneponto memiliki penduduk sebanyak 5.762 orang.

6b.  Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh:
           1) Kiamat diperkirakan akan terjadi pada tahun 2012.
                               2) Randy lahir pada tahu 1992 di Makassar.

7.     Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala   ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Contoh:           1) Kunjungan Wisata di Bali
                                    2) Anak Petualang Yang Cerdik

8.    Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.
       Contoh:           1) Kantor Sektor Tello
Jalan Perintis Kemerdekaan 84
Makassar
                                    2) Surabaya
                                         1 agustus 2012
                                              
B.Tanda Koma (,)
1.     Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:          
1) Saya menjual baju, celana, dan tas.
                                2) Saya lagi makan sayur, ikan, dan nasi.

2.     Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh:          
1) Saya ingin ke pesta kamu, tetapi saya tidak punya kendaraan.
2) Saya ingin pulang kampung, tetapi banyak tugas yang harus
    kuselesaikan.

3a.   Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimatnya.
Contoh:          
1)Kalau terlambat bangun, saya tidak ke kampus.
                        2) Karena rajin membaca buku, Sinta tambah cerdas.

3b.  Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mengiringi induk kalimat.
Contoh:          
1) Sinta tambah cerdas karena rajin membaca buku.
2) Diank lupa belajar karena ngantuk.

4.     Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh:          
1)   . . . Meskipun begitu, aku tetap menyayanginya.
                                2)   . . . Akan tetapi, hal itu sangat sulit.

5.     Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat.
Contoh:           1) Wah, sungguh keterlaluan.
2) Aduh, bisa gawat nih.
6.     Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:          
1) Kata Lia, “Laki-laki itu sangat tampan.”
                                2) “Mereka anak baru,” kata Bu Ani, “ kalian yang bernama Susi dan
                                    Sinta.”

7.     Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:          
1) Jeneponto, 18 september  1994
                                2) Bandung, Jawa Barat

8.     Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contoh:          
1) Setiawan,  Nani. 2000. Menuju  Jalan  Terbuka. Jakarta:  Bumi Aksara.
2) Tarigan, Henry Guntur. 1985. Membaca  Sebagai  Keterampilan
     Berbahasa. Bandung:  Angkasa.

9.     Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contoh:          
1) Ismail  Marahimin,  Menulis  Secara Populer   ( Jakarta : Pustaka Jaya,  
                                    1994 ),  hlm. 10.
2) Harimurti Kridalaksana, Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia
    ( Jakarta : Gramedia, 1986 ), hlm. 14.

10.   Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh:           1) Drs. Muhammad Thalib, S,Pd,  M.Pd.
                                2) Prof. Dr. Suherman Nurdin, S.Pd, M.Pd.

11.   Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh:          
1) 35,5 kg
                                2) Rp.25,50

12.   Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh:          
1) Jeneponto, misalnya, masih banyak orang yang memelihara kuda.
                                2) Ibu saya, Bu Salma, cantik sekali.

13.   Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:          
1) Atas perhatian bapak, saya ucapkan terima kasih.
                                2) Untuk sampai ke Jeneponto, saya menggunakan sepeda motor.

14.   Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh:           1) “ Kapan kamu berangkat ke Jakarta? ” tanya Amir.
                                2)Tutup pintu itu!perintahnya.

C.Tanda Titik Koma (;)
1.    Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:
           1) Hari sudah berganti; Wildan belum pulang juga.
                                    2) Matahari sudah terbit; Randi belum bangun juga.

2.    Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
Contoh:
           1)  Makmur membersihkan pekarangan rumah; Ayu mengelap lantai; Rais
                                                serius belajar; Saya sendiri asyik main game.
2 ) Nenek menjahit baju; Kakek duduk di teras; Saya sendiri makan buah
      jambu.
D.Tanda Titik Dua (:)
1a.  Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau  pemerian.
Contoh:
           1) Makmur memerlukan pakaian sekolah : topi, dasi, baju, celana,
                                    kaos kaki, sepatu, dan tas.
2) Saya membeli di toko Agung perlengkapan alat tulis : pensil, pena, dan
    tinta.

1b.  Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contoh
:           1) Makmur memerlukan topi, dasi, baju, celana, kaos kaki, sepatu, dan tas.
2) Saya membeli  pensil, pena, dan tinta.

2.         Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:           1) Khatib         : H. Abdul Razak, S.Ag.
                                    Muadzin      : Misbar Patta
                                    Imam           : H. Muhammad Yunus, S.Ag.
                                    Waktu         : Jumat, 16 november 2012.

                                2) Jenis Kegiatan         : MTQ ( Musabaqah Tilawatil Qur’an )
                                    Waktu                     : 08.30-11.00 WITA
                                    Tempat                    : Masjid Jami Al-Abrar.

3.      Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:           1) Bu Yuli       : “ Ayo, Bud, kita kekantor polisi! ”
                                    Budi                        : “ Sebentar, Tante. Saya beritahu paman dahulu...! ”
                                    Bu Yuli       : “ Ya, . . . Cepatlah beritahukan pamanmu, katakan kamu
                                                          akan mengantar kesana. “
                                    Budi                        : ( menuju pintu akan keluar )

                                2) Pak Kasim   : “ Sekolah dimana, Nak? ”
                                    Nawir          : “ Di Yayasan Jakarta, Pak. “
                                    Pak Kasim   : “ Mungkin Yayasan Sosial? “
                                    Nawir          : “ Ya begitulah, orangnya baik-baik, Pak. “

4.     Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Contoh:          
1) Surah At-Taubah : 128-129
                                2) Harjasujana, Ahmad. 1999. Keterampilan Membaca. Jakarta : Angkasa.
E.Tanda Hubung (-)

Selain Sukma yang sangat dia cintai itu ada juga  wani-      ta lain yang ada dihatinya

 
1.   Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Contoh
: 1)                   1


Selain lukisan yang dia koleksi ternyata ada juga mo-
tor kuno yang dia koleksi
 
                    2)

2.   Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan  bagian kata di depannya pada pergantian baris.

Saya akan mencari tahu bagaimana memilih pasang-
an hidup
 
Contoh: 1)


Laptop ini sangat membantu saya dalam  menyelesai-
kan tugas saya

 
                    2)

3.      Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
Contoh:           1) Cara-cara
                        2) Malu-malu

4.      Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh:           1) 18-9-1994
                        2) p-a-k-a-i-a-n

5.      Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata.
Contoh:           1) Istri-perwira yang ramah
                        2) ) ber-interaksi

6.      Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital, (ii) ke- dengan angka, (iii) angka dengan -an, (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan (v) nama jabatan rangkap.
Contoh:           1) se-Asia Tenggara
2) Ulang tahun RCTI yang ke-5

7.      Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:           1) di-drible
2) chating-an
F.Tanda Pisah ( – )
1.      Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan di luar bangun kalimat.
Contoh:

2.      Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
Contoh:

3.      Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai ke' atau ‘sampai dengan'.
Contoh:           1) Penerimaan mahasiswa baru mulai tanggal 10-18 agustus 2012
2) Perjalanan Jeneponto-Makassar membutuhkan beberapa jam.
G.Tanda Elipsis (...)
1.      Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.
Contoh:           1) Kalau begitu . . . terserah apa mau kamu!
2) Baiklah . . . sekarang kita belajar Bahasa Indonesia.

2.      Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.
Contoh:          
1) Faktor-faktor Tauran ... akan diamati lebih lanjut.
2) Banjir yang  terjadi ... mungkin karena ulah penduduk itu sendiri.
H.Tanda Tanya (?)
1.      Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
Contoh:           1) Bagaimana kabar kamu?
2) Apakah engkau masih ingat saya?
2.      Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh:           1) Ia bertemu dengan presiden kemarin (?)
2) Andi mencuri uang 50 juta (?)
I.Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:           1) Cuci baju saya yang kotor sekarang juga!
                        2) Perhatikan apa yang dikatakan oleh Dosen!
J.Tanda Kurung ((...))
1.      Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Contoh:           1) Kelompok 14 membuat materi tentang SPSS ( Statistical Product and
    Servis Solution ).
2) Saya akan mengurus SIM ( Surat Izin Mengemudi ) minggu ini.

2.      Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Contoh:           1) Monumen Nasional ( lihat gambar 1.5 ) merupakan cirri khas kota
    Jakarta.
2) Kenaikan harga BBM ( lihat grafik di bawah ini ) pada tahun 2010.

3.      Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:           1) Saya berasal dari (kabupaten) Jeneponto.
2) Rais membeli (sepeda motor) Revo.

4.      Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh:           1) Pertemuan berikutnya akan membahas tentang (a) Pengukuran,
    (b) Kinematika, (c) Dinamika, dan (d) Kerja Energi.
2) Diskusi Agama Islam menyangkut (i) sikap, (ii) moral, dan
     (iii) perilaku umat islam

K.Tanda Kurung Siku ([...])
1.      Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.
Contoh:           1) Pangeran Kodok ber[s]uara seperti Kera.
2) Pahlawan kesiangan ber[g]erak menolong tuan putrid.

2.      Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh:           1) Satuan panjang dalam SI adalah meter ( berasal dari kata
     metron[mengukur])
2) Perbedaan Hukum I, II, dan III Newton ( memiliki beberapa perbedaan 
    [ lihat halaman 45-48 ]) perlu diperhatikan baik-baik.

L.Tanda Petik ("...")
1.      Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain.
Contoh:           1) “Tadi kamu dari mana?” Tanya Kurnia.
2) “Tempat kalian ada di sebelah sana, bersama teman-teman sekelas,”
    kata Bu Suriati

2.      Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:           1) Bacalah  “Langkah-Langkah Mengelolah dan Mencetak Dokomen”
     dalam buku Teknologi Informasi dan Komunikasi.
2) Materi pengukuran, tata surya, dan gaya gesekan terdapat pada buku
    “ Pegangan FISIKA 1” yang di terbitkan oleh ARMICO Bandung.

3.      Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Contoh:           1) Para pemuda Indonesia sangat menjunjung rasa “Nasionalisme”.
2) Laki-Laki itu memiliki penyakit “Ansomnia” sehingga dia jarang tidur.

4.      Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh:           1) Kata Syarif, “ Saya juga mempunyai perasaan.”
2) Kata Diank, “ Saya sering disakiti oleh pria.”

5.      Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.
Contoh:           1) Karena kecantikan wajahnya, Kurnia Laily disebut “Bidadari yang
     turun dari kayangan”
2) Karena kepintaran yang dimiliki oleh Syahrul Yasin Limpo, sehingga
    dia mendapat julukan “Pemimpin Yang Terbaik”


M.Tanda Petik Tunggal ('...')
1.      Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Contoh:          
1) "Sewaktu aku di jalan, aku mendengar teriak Andi dari jauh `tunggu                                    aku`, tetapi ketika aku berbalik ke belakang, aku tidak melihat Andi,"                                      ujar Tono.
2) "Sewaktu kamu membacakan puisi `ibu`, aku langsung teringat kepada                    almarhuma ibu." Kata Ina.

2.      Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh:          
1) A slack will be of little means `Tangan yang lamban membuat miskin`
2) Open your eyes and your ear, however shut  your mouth `bukalah lebar- 
    lebar mata dan telinga anda, tetapi tutuplah mulut anda`

N.Tanda Garis Miring (/)
1.      Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
Contoh:          
1) No. 14/osis/skapat/XI/12
                                    2) Jalan Andi Tonro I/9

2.      Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau dan tiap
 Contoh:          1) Untuk sampai ke Jeneponto dapat menggunakan kendaraan sepeda
                                         motor/mobil.
                                    2) Saya menerima Beasiswa Bidikmisi Rp 600.000/bulan.

O.Tanda Penyingkat (Apostrof)(')
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Contoh:          
1) Semuanya ‘lah berlalu.
                                    2) Cita-citaku ‘kan kugapai setinggi langit.

Blogroll